<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Duniaiwak's Weblog</title>
	<atom:link href="http://duniaiwak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaiwak.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Nov 2011 09:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniaiwak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Duniaiwak's Weblog</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniaiwak.wordpress.com/osd.xml" title="Duniaiwak&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniaiwak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERSIAPAN KOLAM</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/09/13/persiapan-kolam/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/09/13/persiapan-kolam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 04:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEHNIK PEMBESARAN LELE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Kolam sebagai wadah tempat budidaya harus dipersiapkan mulai dari awal pemilihan sistem Budidaya yang akan diterapkan. Sarana dan prasarana pendukung juga harus dihitung dan dipersiapkan sesuai dengan kepadatan tebar bibitnya. Penentuan jenis kolam dari tanah, plastik ataupun beton yang terpenting adalah bisa menyimpan masa air selama masa budidaya atau tidak porus.Hal ini penting sekali diperhitungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=53&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kolam sebagai wadah tempat budidaya harus dipersiapkan mulai dari awal pemilihan sistem Budidaya yang akan diterapkan. Sarana dan prasarana pendukung juga harus dihitung dan dipersiapkan sesuai dengan kepadatan tebar bibitnya.</p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<div id="attachment_61" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/img_0789.jpg"><img class="size-medium wp-image-61" title="img_0789" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/img_0789.jpg?w=300&#038;h=225" alt="PERSIAPAN PEMBUATAN KOLAM BETON" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">PERSIAPAN PEMBUATAN KOLAM BETON</p></div>
<p style="text-align:justify;">Penentuan jenis kolam dari tanah, plastik ataupun beton yang terpenting adalah bisa menyimpan masa air selama masa budidaya atau tidak porus.Hal ini penting sekali diperhitungkan karena air yang porus akan berpengaruh sekali terhadap kestabilan kualitas dan kuantitas air selama masa Budidaya, maka pertumbuhan pun akan bisa terpengaruh dari perubahan-perubahan yang tidak stabil ini disamping faktor cuaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Kolam tanah, persiapan awal selain pemadatan dinding dan tanah dasar supaya tidak porus, maka untuk Budidaya Lele yang sangat perlu diperhatikan adalah dinding atau dasar yang padat membuat Lele tidak mudah bersembunyi membuat lubang, disamping pada dasar dan dinding kolam yang tidak rata permukaannya membuat kotoran tidak mudah terbilas hanyut dalam pembuangan. Sehingga kotoran akan mudah menumpuk pada titik yang tidak rata tsb, hal ini akan terjadi titik daerah mati atau <strong><em>dead zone </em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>dead zone</strong></em>, adalah terjadinya titik daerah mati, dimana terjadi penumpukan Bahan Organik atau sampah yang terkumpul pada area-area tertentu. Daerah ini Kadar amoniak dan gas-gas beracun mulai tinggi sehingga tidak disukai oleh ikan. Apabila ada pakan ikanyang jatuh pada titik-tik ini maka ikan tidak akan mau makan, atau daerah ini temapt menjadi sarangnya beberapa bakteri phatogen yang menyebabkan sakit pada ikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian kapur atau LIMING pada kolam tanah sangat mutlak diperlukan, karena kapur ini fungsinya sebagai :<br />
1. Buffer atau penyagga agar PH di air tidak melonjak naik pada sore hari dan turun pada waktu menjelang pagi hari.<br />
2. Sebagai sumber menyuplai CO2 ( carbondioksida ) dari unsur kapur yaitu Bicarbonat (H2CO3)2- yang akan menyuplai digunakan untuk fotosintesa phytoplankton ( mikroalga hijau ).</p>
<p>BEBEAPA JENIS KAPUR TABEL.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/jenis-kapur.jpg"><img class="size-large wp-image-59" title="jenis-kapur" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/jenis-kapur.jpg?w=254&#038;h=238" alt="JENIS-JENIS KAPUR YANG DIGUNAKAN DALAM PERIKANAN" width="254" height="238" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">JENIS-JENIS KAPUR YANG DIGUNAKAN DALAM PERIKANAN</dd>
</dl>
</div>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">Menurut pengalaman penulis, pemberian pupuk kandang untuk ditanah, saat ini kurang diperlukan lagi. Karena justeru akan membuat kondisi lingkungan menjadi kelewat subur pada masa budidaya nantinya. Permasalahan yang sering terjadi nantinya malahan adalah bagaimana menge rem terjadinya saat-saat meluncur pada kondisi lingkungan yang kearah kelewat subur.</div>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">Pembentukan penumbuhan phytoplankton dapat dilakukan dengan cara memancing pemupukan, tetapi setelah kondisi pemberian pakan yang rutin pada ikan, sisa-sisa pakan ini justeru akan menjadi sumber bahan Organik yang akan diubah menjadi<br />
pupuk yang subur oleh siklus mikroorganisme dikolam dalam sistem-sistem Probiotik yang diterapkan nantinya.</div>
<p style="text-align:justify;">Membuat warna Hijau pada Kolam Tanah untuk persiapan tebar Bibit, ini sangat penting sekali dilakukan, karena untuk mendapatkan lingkungan air yang nyaman untuk hidup bibit-bibit lele. Pada Lingkungan air yang berwarna Hijau daun maka Suplai Oksigen (O2) dari hasil fotosintesa sangat membantu untuk kenyamanan hidup bibit. Disamping Phytoplankton ini juga sebagai selimut alami yang berfungsi menjaga kestabilan fluktuasi suhu air perbedaan pada siang Hari dan malam harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi inilah yang menjadikan perkembangan pengetahuan yang sangat berarti untuk di ketahui oleh para petani ikan. Karena sementara ini sebagian besar petani ikan masih berkiblat pada dunia pertanian,dimana bagaimana carnya membuat lingkungan menjadi subur untuk tumbuhnya phytoplankton atau zooplankton sebagai makanan ikan. Tetapi kenyataannya yang terjadi dilapangan malahan memberi beban yang sangat berlebih pada ligkungan air, sedangkan pakan alami tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah biomasa ikan. Pakan alami sangat membantu perkembangannya bila dilakukan dalam sistem pendederan secara alami, yaitu untuk bibit-bibit dari ukuran 1 sampai 2 Cm.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahapan yang perlu dilakukan untuk kolam tanah dan plastik maupun beton agar menjadi Hijau adalah sbb :<br />
- Masukkan air bersih, kalau air dari sawah atau sungai karena sudah mengandung bibit phytoplankton dan kadar Bahan Organik yang terlarut relatif lebih tinggi, maka akan lebih mudah dalam pembentukan warna airnya. Tetapi apabila sumber airnya adalah air dari sumber mata air atau sumur, maka perlu dipancing dengan adanya pemupukan menggunakan pupuk Urea sebanyak 5 grm/M3 dan Kaptan atau Dolomit 100 grm/M3 langsung ditebar secara merata pada permukaan kolam pada pagi hari setelah matahari terbit ( pk 7 &#8211; 9 pagi).<br />
- Berilah perlakuan probiotik XTRO Sebanyak 10 ml/ m3 air dan ditebar merata pada permukaan air.<br />
- Lakukanlah pemberian kapur kaptan/dolomit, urea, dan Xtro ini selama 3 &#8211; 5 hari berturut-turut sampai didapat warna air yang hijau.<br />
- Apabila sudah didapat warna air yang hijau maka berarti air sudah siap tebar bibit, tetapi secara berkala masih perlu dilakukannya perawatan atau maintenance, agar warna hijau akan tetap stabil ( lebih jelas akan diterangkan dalam strategi membuat warna air hijau dalam GREEN WATER SYSTEM )<br />
- Pada kolam tanah kemungkinan akan lebih mudah dalam membuat warna air cepat menjadi Hijau, sedangkan pada kolam plastik atau beton agak lebih sulit. Tetapi pada kolam tanah karena mudah sekali menjebak kotoran atau Bahan Organik maka akan mudah didapat kondisi lingkungan yang cepat subur diumur masa budidaya diatas 60 hari, sehingga sering terjadi gejolak penyakit yang disebabkan oleh penurunan daya dukung lingkungan kolam karena kotoran yang berlebih.<br />
- Pada kolam Plastik atau Beton, pada awalnya memang sulit untuk membetuk warna air, tetapi dengan kepiawaian kita dalam mengolah air maka justeru pada kolam ini mudah sekali mengontrol tingkat kesuburan dalam kolam, apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan penurunan daya dukung Lingkungan air lebih mudah sekali dalam mengendalikannya.</p>
<p>KOLAM PLASTIK atau BETON, Pada kolam ini apabila konstruksinya sudah disiapkan dengan baik dan tidak ada kebocoran pada konstruksinya maka bisa dimasukkan air setinggi 60 &#8211; 70 Cm untuk membuat warna air menjadi Hijau.</p>
<p style="text-align:justify;">PEMBUATAN WARNA AIR MENJADI HIJAU INI SANGAT MUTLAK HARUS DILAKUKAN UNTUK BISA DILAKUKAN TEBAR BIBIT, untuk kolam-kolam dengan sistem budidaya Out door karena suplai Oksigen sudah 100 % bergantung pada sistem Fotosintesa pada Phytoplankton yang berwarna Hijau Muda segar di kolam.</p>
<p style="text-align:justify;">LAKUKAN PERSIAPAN UNTUK TEBAR BIBIT APABILA HAL WARNA AIR SUDAH DIDAPAT STABIL. Dinamika Jenis-jenis warna Air kolam, dan kualitas air nanti akan dibahas lebih lanjut pada GREEN WATER SYSTEM.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=53&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/09/13/persiapan-kolam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/img_0789.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_0789</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/09/jenis-kapur.jpg?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">jenis-kapur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSTRUKSI &amp; DISAIN KOLAM</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/30/konstruksi-disain-kolam/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/30/konstruksi-disain-kolam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 09:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEHNIK PEMBESARAN LELE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Konstruksi &#38; Disain Kolam sangat berpengaruh pada Sistem Tehnis dan keberhasilan dalam menjalankan Budidaya. Untuk tebar diatas 150 ekor/m3 diperlukan konstruksi kolam dari plastik atau semen beton. Konstruksi dan disain kolam sangat menentukan sistem budidaya yang akan dilakukan, karena dengan sistem ini nanti juga akan menggambarkan Sarana, Prasarana, modal, skill SDM tingkat penguasaan tehnis-tehnis Budidaya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=43&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Konstruksi &amp; Disain Kolam sangat berpengaruh pada Sistem Tehnis dan keberhasilan dalam menjalankan Budidaya. Untuk tebar diatas 150 ekor/m3 diperlukan konstruksi kolam dari plastik atau semen beton.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-43"></span></p>
<div id="attachment_44" class="wp-caption alignleft" style="width: 138px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/img_0179.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-44" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/img_0179.jpg?w=128&#038;h=96" alt="KOLAM LELE DARI TERPAL PLASTIK" width="128" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">KOLAM LELE DARI TERPAL PLASTIK-tanpa saluran pembuangan.</p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Konstruksi dan disain kolam sangat menentukan sistem budidaya yang akan dilakukan, karena dengan sistem ini nanti juga akan menggambarkan Sarana, Prasarana, modal, skill SDM tingkat penguasaan tehnis-tehnis Budidaya.<br />
Untuk lebih mudah membagi sistem Tehnologi, modal, sarana dan Prasarana pada Budidaya Lele maka sistem Budidaya bisa dibagi menjadi 3 sistem, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">1. Sistem TRADISIONAL, pada sistem ini kepadatan tebar bibit Lele &lt; 50 ekor / m3, pakan yang diberikan bisa berupa pakan buatan sedikit sekali, dan masih    bergantung pada pakan alami yang tumbuh dikolam ikan seperti jentik2, zooplankton, diatom dll. Konstruksi kolam bisa dibuat dengan tanah seluruhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Sistem SEMI INTENSIF, kepadatan tebar bibit lele 50 &#8211; 150 ekor /m 3. Pakan sudah mulai lebih banyak bergantung pada pakan buatan/pelet, sedangkan    apakan mengandalkan pakan alami atau pakan segar lain jumlahnya tidak bisa banyak.Konstruksi kolam masih bisa menggunakan tanah yang pada dinding-dindingnya    dipadatkan,atau pada pinggiran kolam bisa dari semen atau plastik, untuk mengurangi porositas air kolam.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sistem Intensif, kepadatan &gt; 150 ekor/m3, Pakan sudah 100 % bergantung pada pakan buatan dengan protein yang seusuai dengan fase-fase pertumbuhannya. Konstruksi    kolam sudah full dari Plastik ataupun beton semen. Sehingga memutus faktor pengaruh terhadap media lingkungan, jadi sepenuhnya masuk dalam kontrol manajemen kita.</p>
<div id="attachment_48" class="wp-caption aligncenter" style="width: 245px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/sistem-budidaya.jpg"><img class="size-full wp-image-48" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/sistem-budidaya.jpg?w=235&#038;h=177" alt="HUBUNGAN KEPADATAN, KONSTRUKSI DAN PAKAN" width="235" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">HUBUNGAN KEPADATAN, KONSTRUKSI DAN PAKAN</p></div>
<p style="text-align:justify;">DISAIN KOLAM, sangat menentukan tingkat manajemen tehnis yang akan kita jalankan nantinya. Untuk Sistem Pembesaran pada Lele disain kolam akan menentukan tingkat daya sanggah media terhadap produktifitas pertumbuhan ikan lele. Karena Pada kolam yang dangkal kedalaman &lt; 1 m, akan menentukan sedikit atau banyaknya lele yang bisa dengan leluasa tumbuh dan hidup, jadi penghitungan Volume media air kehidupan ikan lele adalah jumlah ikan per meter kubiknya. Semakin dalam kolamnya maka akan semakin banyak bisa mengisi kolong-kolong air untuk hidup ikan lele, tetapi dengan syarat ke homogenan kualitas air didasar, tengah dan permukaan harus bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka semakin dalam kolam dengan kepadatan tebar ikan semakin tinggi maka akan diperlukan sarana-sarana tambahan, seperti pompa air yang diperlukan untuk mengaduk masa air menjadi homogen antara lapisan bawah dan atas. Pompa ini sangat berpengaruh membuat tingkat kualitas air kolam menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Disain dan Kostruksi kolam penting sekali diperhatikan, karena menentukan tingkat kemudahan dalam manajemen Kualitas dan Kuantitas Air, yang terpenting adalah bagaimana cara membuat masa air sehomogen mungkin, yang nantinya pengadukannya akan dibantu oleh POMPA, jadi dengan konstruksi sebagaimanapun bentuknya asalkan tidak porus maka kualitas air bisa distabilkan. Lebih lanjut dibahas dalam manajemen kualitas Air secara Praktis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=43&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/30/konstruksi-disain-kolam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/img_0179.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">KOLAM LELE DARI TERPAL PLASTIK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/sistem-budidaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">HUBUNGAN KEPADATAN, KONSTRUKSI DAN PAKAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMILIHAN LOKASI BUDIDAYA LELE</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/21/pemilihan-lokasi-budidaya-lele/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/21/pemilihan-lokasi-budidaya-lele/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 12:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEHNIK PEMBESARAN LELE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pemilihan Lokasi Budidaya sangat menentukan tingkat keberhasilan dan tingat kesulitan dalam melakukan usaha Budidaya Lele. Disamping penentuan lokasi juga akan menggambarkan besar kecilnya beban biaya yang akan kita keluarkan . Pemilihan lokasi sangat menentukan dalam keberhasilan Budidaya Lele, tetapi dengan tehnik manipulasi dalam Sistem Intensif maka kelemahan-kelemahan yang didapat dalam pemilihan lokasi bisa di minimalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=33&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemilihan Lokasi  Budidaya sangat menentukan  tingkat keberhasilan dan tingat kesulitan dalam melakukan usaha  Budidaya Lele. Disamping  penentuan  lokasi  juga akan  menggambarkan  besar kecilnya  beban  biaya  yang  akan kita  keluarkan .</p>
<div id="attachment_35" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/23052008392.jpg"><img class="size-medium wp-image-35" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/23052008392.jpg?w=300&#038;h=225" alt="LETAK LOKASI GEOGRAFIS MENENTUKAN TINGKAT KEBERHASILAN " width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">LETAK LOKASI GEOGRAFIS MENENTUKAN TINGKAT KEBERHASILAN </p></div>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Pemilihan lokasi sangat menentukan dalam keberhasilan Budidaya Lele, tetapi dengan tehnik manipulasi dalam Sistem Intensif maka kelemahan-kelemahan yang didapat dalam pemilihan lokasi bisa di minimalkan dengan menambahkan beberapa prasarana.</p>
<p style="text-align:justify;">Lele termasuk dalam ikan yang habitatnya hidup di daerah tropis rawa-rawa, sehingga kebiasaan hidupnya mempunyai kisaran suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 27 &#8211; 31 derajad Celcius, sesuai dengan kehidupan ikan-ikan tropis. Tetapi tidak perlu berkecil hati bagi rekan-rekan yang tinggal didaerah yang beriklim sejuk, kebiasaan hidup lele ini bisa kitga optimalkan dengan berbagai macam strategi dalam tehnik-tehnik budidaya.</p>
<p style="text-align:justify;">SUHU, sangat berpengaruh dlm sistem Metabolisme tubuh lele. Sehingga apabila suhunya rendah lele akan mengurangi nafsu makannya dan tidak terlal banyak bergerak. Hal inilah yang sering menjadi kendala para petani, dalam keadaan nafsu makan yang turun, maka kondisi tubuh lele akan menurun, sehingga akan mudah sekali terserang oleh penyakit. Dan biasanya apabila manajemen kesehatan lingkungan Airnya buruk, maka berbagai jenis penyakit akan mudah muncul.</p>
<p style="text-align:justify;">SUMBER AIR, adalah sangat menentukan dalam budidaya. Karena semakin padat tebar bibit, maka kebutuhan air akan lebih banyak. Tetapi dengan menggunakan Tehnik PROBIOTIK maka pergantian air akan lebih minimal. Tetapi Sumber Air yang berlimpah akan sangat membantu petani untuk menekan biaya. Disamping prasyarat-prasyarat secara kualitas air Harus terpenuhi. Dimana lele masih mampu hidup sampai kadar garam 10 &#8211; 15 promil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kualitas air yang perlu diperhatikan sebagai Faktor penghambat pertumbuhan yang paling utama, dan apabila diupayakan secara tehnis bisa tetapi menambah biaya investasi yang tidak sedikit, adalah permasalahan kadar Logam berat yang terkandung dalam air tanah. hal ini menurut pengalaman penulis, kadang banyak diabaikan petani dalam penentuan letak pencarian lahan. Tetapi setelah berlangsungnya budidaya bisa mengakibatkan permaslahan-permasalahan yang cukup serius. Karena pengaruhnya disamping terhadap tingkat daya konsumsi Ikan Lele terhadap Oksigen dan juga berpengaruh terhadap kekestabilan jenis-jenis plankton yang bagus. Ada beberapa strategi yang bisa untuk mensiasati memperoleh kestabilan kualitas air.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuantitas Air, Penggunaan Air dari sungai bisa di manfaatkan atas dasar pertimbangan kadar Bahan Organik yang terlarut atau istilahnya Kotoran Organik, biasanya terlihat dari warna air sungai yang cenderung kecoklatan cerah atau susu. Tetapi setelah dicapai umur lebih dari satu bulan Pemeliharaan Pembesaran Lele untuk sistem Intensif ( tingkat kepadatan yang tingi, mis  &gt;150 ekor/m3 ), tidak disarankan pemakaian air dari sungai yang mempunyai kadar Bahan OrganikTerlarut tinggi, karena air yang kita tambahkan justeru akan memberikan beban berat bagi keseimbangan Kualitas air di dalam Kolam Lele. Pengenceran atau penggantian air sebaiknya dari Air Sungai yang telah diendapkan dalam penampungan atau air sumur bor. Sehingga lebih mudah pengontrolan meningkatnya Jumlah Bahan Organik Terlarut di Air.</p>
<p style="text-align:justify;">KEAMANAN, adalah faktor sosial yang sangat perlu diperhitungkan, karena ikan yang kita tebar dikolam, pada ukuran konsumsi bisa sewaktu-waktu dijarah atau dimaling sehingga kacaulah beberapa bulan usaha kita untuk mencari keuntungan.</p>
<p style="text-align:justify;">LETAK GEOGRAFIS, Mudah dijangkau dan pengawasan, hal ini juga sangat perlu dipertimbangkan. Karena sering terjadi pembuatan kolam dilakukan jauh dari keramaian dan jangkauan, sehingga diawal kita masih bersemangat dalam budidaya, tetapi setelah terkena masalah maka seringkali akan meluluhkan semangat dan akan kurang terperhatikan usaha ini karena sulitnya letak geografis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=33&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/21/pemilihan-lokasi-budidaya-lele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/23052008392.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LETAK LOKASI GEOGRAFIS MENENTUKAN TINGKAT KEBERHASILAN </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEBAR LELE DENGAN KEPADATAN TINGGI, 400 EKOR BIBIT/M3</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/19/tebar-lele-dengan-kepadatan-tinggi-400-ekor-bibitm3/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/19/tebar-lele-dengan-kepadatan-tinggi-400-ekor-bibitm3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 11:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEHNIK PEMBESARAN LELE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Penguasaan Tehnik-tehnik Budidaya Lele menentukan Jumlah kepadatan tebar dan tingkat keberhasilan Biomasa Panen yang dihasilkan, maka disamping prasarana, Modal maka SDM sangat menentukan tingkat keberhasilan Meningkatnya jumlah kepadatan tebar Bibit lele, maka secara langsung akan meningkatkan jamlah Pakan yang diperlukan dan akan berakibat semakin tinginya tingkat kotoran dan sisa pakan yang dihasilkan. Kendala-kendala yang dialami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=3&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span id="more-3"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penguasaan Tehnik-tehnik Budidaya Lele menentukan Jumlah kepadatan tebar dan tingkat keberhasilan Biomasa Panen yang dihasilkan, maka disamping prasarana, Modal maka SDM sangat menentukan tingkat keberhasilan</p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran2.jpg"><img class="size-medium wp-image-30" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="kOLAM PEMBESARAN LELE DENGAN KEPADATAN 400 EKOR/M3" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">KOLAM PEMBESARAN LELE DENGAN KEPADATAN 400 EKOR/M3</p></div>
<p style="text-align:justify;">Meningkatnya jumlah kepadatan tebar Bibit lele, maka secara langsung akan meningkatkan jamlah Pakan yang diperlukan dan akan berakibat semakin tinginya tingkat kotoran dan sisa pakan yang dihasilkan. Kendala-kendala yang dialami oleh para rekan-rekan petani pemula, kebiasaan tebar yang rendah yaitudibawah 200 ekor/m3 air. Kendala dan masalah yang didapat cukup dengan rutin pergantian air dan tebar pakan sudah bisa didapatkan pertumbuhan yang optimal. Tetapi apabila musim penghujan tiba warna air yang sebelumnya hijau segar mendadak berubah menjadi hijau kusam atau coklat, akan juga diiringi timbulnya beberapa masalah di air, lele mulai menggantung-nggantung diujung kolam, keluar bercak-bercak putih ditubuh nafsu makan mulai turun dan bahkan tak jarang akan diiringi dengan kematian lele secara berkala.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah-masalah klasik ini akan selalu muncul apabila petani tidak mau menerapkan sistem Budidaya yang berwawasan dan berkiblat pada kesimbangan Lingkungan Air.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana bisa melakukan tebar Lele dengan kepadatan yang tinggi yaitu 200 ekor/m3 lebih dengan pertumbuhan dan kesehatan ikan yang terus Optimal ???&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita akan mengupas secara bertahap semua aspek yang perlu dikuasai oleh petani sehingga mempunyai jurus-jurus yang jitu dalam menstrategi budidaya Lele.</p>
<p>Jurus yang perlu dikuasai adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Mengerti sifat dan karakter jenis ikan yang akan dibudidayakan, kebiasaan makan, kebiasaaan hidup, mudah stress atau tidak<br />
bila dibudidayakan dengan kepadatan tebar yang tinggi.<br />
2. Mengeuasai tehnik Manajemen atau pengaturan Kualitas Air.<br />
3. Bisa menghitung Jumlah Pakan yang diperlukan<br />
4. Mempersiapkan sarana yang sesuai dengan kepadatan tebar bibit ikan, karena tingkat kepadatan ikan sangat menentukan prasarana    yang diperlukan, tentunya akan mensegmentasi Sistem Budidaya yang akan dijalankan. ( Tradisional, SemiIntensif atau Intensif ).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Sistem Budidaya Perikanan dibagi beberapa tahapan tehnis yang disesuaikan dengan Fase ukuran besar ikan dan tingkat kepadatannya.<br />
Tahapan Tehnis Budidaya itu perlu disegementasi dengan beberapa pertimbangan, antara lain :<br />
1. Jenis pakan, ukuran pakan<br />
2. Tingkat kepekaan terhadap kepadatan bibit ( penjarangan ).<br />
3. Kecepatan pertumbuhan yang tidak sama ( teknik grading / pemilahan ), untuk didapatkan ukuran besar ikan yang sama. Karena untuk kebanyakan    jenis ikan mempunyai naluri Kanibalisme dalam pola makan.<br />
4. Panjangnya waktu yang diperlukan mulai dari ukuran bibit sampai dengan ukuran Konsumsi. Sehingga secara ekonomis disegmentasi tahapan-tahapan pembesarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun Tahapan Segemtasi yang dilakukan sesuai dengan teknologi masing-masing adalah :<br />
1. PEMBIBITAN, Pada tahap ini Manajemen Induk dan bibit perlu dikuasai untuk mendapatkan bibit yang bagus, seragam dan pertumbuhan cepat serta rata.<br />
2. PENDEDERAN, Tahap ini pada fase bibit dipersiapkan pada ukuran siap tebar ke kolam-kolam pembesaran.<br />
3. PEMBESARAN, Tahap pembesaran ikan sampai didapat ukuran konsumsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Petani ikan apa bila sudah menguasai tehnik-tehnik dasar dalam Budidaya maka dapat dilakukannya pembesaran Ikan Lele dengan kepadatan yang sangat tinggi yaitu 200 ekor/m3 keatas. Kalau dikuasai teknik dalam  budidaya Lele dengan sistem Intensif, Lele mampu hidup pada stresing kepadatan tebar yang ekstrim tinggi tetapi pertumbuhannya masih dalam range waktu standard budidaya, yaitu sekitar 75 Kg/m3 daging ikan Lele, jadi kalau 1 Kg isi 10 ekor, maka lele mampu hidup dengan pertumbuhan yang normal pada<br />
kepadatan tebar 750 ekor/m3.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah syarat-syarat kehidupan yang bisa dicapai, untuk melakukan teknologi intensif itu ?<br />
- OKSIGEN, sebagai LIMITING FACTOR perlu disediakan pada jumlah yang optimal, walaupun lele mempunyai Labirynth yang bisa digunakan secara langsung mengambil Oksigen di udara.<br />
- Kualitas Air yang Optimal sehingga terbentuknya Air berwarna Hijau di awal Budidaya ( TEKNIK GREEN WATER SYSTEM, reff: secara berkala akan diulas khusus tehnik ini).<br />
- Manajemen Pakan dan Kualitas Pakan.<br />
- Kuantitas Air cukup.<br />
- Kualitas Bibit yang bagus ( seragam dan dari jenis induk yang terpilih/ tidak in dreeding ).</p>
<p style="text-align:justify;">MENGAPA DILAKUKAN OUT DOOR ( KOLAM-KOLAM DILUAR RUANGAN ), APAKAH TIDAK MEMUNGKINKAN DILAKUKAN INDOOR SYSTEM ??</p>
<p>Indoor system, sangat mungkin juga dilakukan,tetapi prasarananyapun harus disesuaikan memakai kincir air atau blower untuk suplai Oksigen dibadan air. Karena Kalau Indoor System sudah tidak memungkinkan dilakukan Budidaya dengan Tehnik GREEN WATER SYSTEM, yaitu suplai Oksigen sebagian besar bergantung pada fotosinseta Phytoplankton.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyambung dengan Posting kami di TRUBUS ON LINE, yang mempunyai anemo yang tinggi terhadap permasalahan pembesaran Lele, maka tulisan-tulisan kami akan kami mulai dari tehnik Pembesaran dahulu, untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan persayaratan-persyaratan tehnis yang diperlukan untuk dapat melakukan penebaran Lele dengan Tehnik penebaran yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkat keberhasilan dalam BUdidaya lele tergantung, pada beberapa hal al :<br />
1. PEMILIHAN LOKASI<br />
2. KONSTRUKSI &amp; DISAIN KOLAM<br />
3. PERSIAPAN KOLAM<br />
4. PENEBARAN BIBIT<br />
5. MANAJEMEN PAKAN<br />
6. MANAJEMEN KUALITAS AIR DAN KESEHATAN LINGKUNGAN</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=3&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/19/tebar-lele-dengan-kepadatan-tinggi-400-ekor-bibitm3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kOLAM PEMBESARAN LELE DENGAN KEPADATAN 400 EKOR/M3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA PERIKANAN PERLU BERKEMBANG SENDIRI SECARA  SPESIFIK ?</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/16/mengapa-perikanan-perlu-berkembang-sendiri-secara-spesifik/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/16/mengapa-perikanan-perlu-berkembang-sendiri-secara-spesifik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 09:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[DASAR-DASAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Dikuasaiya teknik Budidaya perikanan dengan Teknologi PROBIOTIK, maka akan didapat hasil produksi yang berlipat ganda dengan memanipulasi Lingkungan sesuai dengan Daya Dukungnya. Hasil produksinyapun bersifat Organik sangat aman untuk dikonsumsi manusia. Perikanan sebagai salah satu peluang usaha termasuk salah satu bidang pengembangan budidaya yang baru dikembangkan setelah bidang pertanian dan peternakan. Sehingga pada awal ditahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=18&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikuasaiya teknik Budidaya perikanan dengan Teknologi PROBIOTIK, maka akan didapat hasil produksi yang berlipat ganda dengan memanipulasi Lingkungan sesuai dengan Daya Dukungnya. Hasil produksinyapun bersifat Organik sangat aman untuk dikonsumsi manusia.<span id="more-18"></span></p>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/photobactery-luminesence-vibrio.jpg"><img class="size-medium wp-image-21" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/photobactery-luminesence-vibrio.jpg?w=300&#038;h=291" alt="Bakteri dekomposer kuat Luminesence Vibrio" width="300" height="291" /></a><p class="wp-caption-text">Bakteri dekomposer kuat Luminesence Vibrio</p></div>
<p style="text-align:justify;">Perikanan sebagai salah satu peluang usaha termasuk salah satu bidang pengembangan budidaya yang baru dikembangkan setelah bidang pertanian dan peternakan.  Sehingga pada awal ditahun 1980 an masih berkiblat pada teknik-teknik budidaya pada hewan dan tehnik pemupukan pada bidang pertanian. Sehingga pada awal perkembangannya, Bidang Perikanan mengalami banyak masalah dan kendala-kendala yang tidak jelas pemecahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemakaian Bahan Kimia dan Antibiotika secara berkala dengan program yang sangat ketat, seperti dilakukan dibidang Pertanian dan peternakan, justeru menimbulkan banyak kendala dan memutus-mutus rantai siklus lingkungan yang terjadi di air, bahakan menimbulkan kekebalan dan mutasi berbagai jenispenyakit dan Virus pada ikan.<br />
Kecenderungan pemakaian dosis yang semakin hari semakin meningkat, dan pemakaian jenis-jenis antibiotika yang semakin tinggi dan kuat daya basmi dan spektrum membunuhnya, berakibat tidak berkurangnya permasalahan,tetapi semakin timbul beragamnya jenis-jenis penyakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan pemakaian Bahan-bahan kimia digunakan untuk sterilisasi lahan dan lingkungan air, diharapkan selayaknya kandang ayam yang harus steril dari segala macam jenis bakteri dan jamur. Mengakibatkan rusak dan memporakporandakan sistem keseimbangan ekologi air yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemakaian pupuk yang berlebih, diharapkan akan menyuburkan air sehingga plankton tumbuh subur sebagai makanan ikan, hal ini dilakukan untuk mengqadopsi teknik-teknik pemupukan dibidang Pertanian, tetapi hal ini justeru berakibat menggocangkan kestabilan kehidupan ekosistem di air dengan tumbuhnya jenis-jenis plankton yang beracun dan bakteri-bakteri yang patogen ( berakibat penyakit/ mematikan ).</p>
<p style="text-align:justify;">Adanya realita-realita permasalahan yang terus berkembang dan beragam tersebut, sangat sulit didapatkan pada waktu itu, suatu standard baku teknologi budidaya yang bisa dilakukan keberhasilan secara berulang. Hal inilah yang membuat usaha perikanan mempunyai marjin keuntungan yang tinggi, karena mempunyai faktor resiko usaha yang juga tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Air sebagai media utama kehidupan hewan air, mempunyai mutu standard baku yang sangat berbeda bagi keperluan mutu baku Air minum atau yang lainnya. Pada awalnya orang berpikir, air harus dibuat se steril mungkin untuk bebas dari segala hama dan bakteri patogen. Hal ini bukannya 100 % benar, teapi juga kurang tepat bisa diterapkan di Teknologi AQUAKULTUR.<br />
Ternyata Bakteri ataupun jenis plankton yang buruk tumbuh, karena ada faktor makanan dan lingkungan yang cocok untuk dia tumbuh dengan baik. Pada awalnya manusia dipusingkan untuk membasmi dengan berbagai macam cara, menggunakan Antibiotika, Desinfektan tetapi ternyata setelah daya bunuh bahan ini<br />
menurun, daya tumbuh untuk recovery terhadap lingkungan sekitarnya sangat mengejutkan. Kenapa hal ini terjadi ???&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ternyata hewan-hewan tingkat rendah mempunyai daya pertahanan tubuh terhadap perubahan lingkungan sungguh dahsyat, Tetapi mengapa dia masih mau tumbuh ????&#8230;.. Hal ini kuncinya<br />
ternyata terletak pada makanannya yang tersedia dengan subur di lingkungan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia yang menamakan dirinya mahluk paling pintar dimuka bumi ini, ternyata semakin menampakkan ketidak bijaknya apabila telah kalut dan bingung dalam memecahkan permasalahannya, dan pengalaman membuktikan bahwa Manusia yang menamakan dirinya pintar masih suka berpikir sangat pendek dalam<br />
memecahkan atau mencari jalan keluar. Bombardir teknolgi Antibiotik sudah berkembang pada spektrum yang sangat membahayakan bagi kelangsungan kehidupan manusia. Manusia lupa bahwa Dunia ini pasti akan penuh dengan sampah bila hewan mahluk-mahluk ini mudah mati dan tidak punya daya pertahanan<br />
hidup untuk recovery terhadap goncangan atau perubahan lingkungan. Sebaliknya, apabila kalau memang tidak ada makanan untuk tumbuhnya, yang namanya bakteri pathogen dan plankton yang buruk tidak akan bisa tumbuh dengan baik.<br />
Jadi pada dasarnya kacamata ego manusia sangat berbeda dengan kacamata realitas alam. Bakteri-bakteri ataupun jenis plankton buruk itu tumbuh memang karena alam sangat memerlukan dia untuk tumbuh, yang berfungsi sebagai SELF PURIFICATION ( kemampuan alam untuk membersihkan dirinya sendiri ). Diperlukan<br />
untuk alam tetapi tidak diperlukan untuk bidang Perikanan&#8230;..<br />
Maka pola pikir ini yang harus diperuncing lagi dengan teknologi memanipulasi keseimbangan Lingkungan air.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari daya pikir ini maka Teknologi PROBIOTIK dibidang perikanan mulai berkembang pesat&#8230;..</p>
<p>Apa itu teknologi PROBIOTIK ??</p>
<p style="text-align:justify;">Probiotik adalah lawan dari Antibiotik,&#8230;pada teknologi ini, manusia berusaha untuk mengkoleksi jenis-jenis bakteri yang menguntungkan dan tidak berbahaya bagi manusia di kembangkan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bakteri ini di tumbuhkan atau di inokulasikan pada lingkungan yang setelah dideteksi terdapat jumlah bahan makanannya yang jumlahnya berlebih, atau melebihi kapasitas daya dukung lingkungan.<br />
Bakteri-bakteri yang menguntungkan ini sebagai agen pemutar siklus ekosistem akan hidup bekerja membantu kearah keseimbangan lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi jenis-jenis Bakteri ini akan secara simultan bekerja bersama-sama dengan phytoplankton dan lingkungan yang mendukungnya untuk tumbuh baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Teknik-teknik dan teknologi ini secara berkala pernulis akan memaparkan secara praktis pada beberapa kasus-kasus budidaya di Lapangan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=18&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/16/mengapa-perikanan-perlu-berkembang-sendiri-secara-spesifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/photobactery-luminesence-vibrio.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bakteri dekomposer kuat Luminesence Vibrio</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIAKU HARUS BERKEMBANG DARI WIRAUSAHA KECIL</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/15/indonesiaku-harus-berkembang-dari-wirausaha-kecil/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/15/indonesiaku-harus-berkembang-dari-wirausaha-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 11:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[PANDANGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiwak.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Mencoba menulis pengalaman-pengalaman praktis dibidang Perikanan, yang mungkin bisa memberikan ide-ide dalam melakukan wirausaha-wirausaha di daerah dengan modal seberapapun bisa dijalankan, hanya bersyaratkan sumber air yang cukup dan mau bekerja tekun&#8230;&#8230; Kata-kata INDONESIAKU HARUS BERKEMBANG DARI WIRAUSAHA KECIL, adalah kata-kata yang sangat sederhana untuk dicerna dan dibaca, sangat jauh dari gegap gempita glamour teknologI tingkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=8&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran5.jpg"><img class="size-medium wp-image-14" src="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran5.jpg?w=300&#038;h=200" alt="PEMBESARAN LELE SKALA RUMAH TANGGA" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">PEMBESARAN LELE  SKALA RUMAH TANGGA</p></div>
<p>Mencoba menulis pengalaman-pengalaman praktis dibidang Perikanan, yang mungkin  bisa memberikan ide-ide dalam melakukan wirausaha-wirausaha di daerah dengan  modal seberapapun bisa dijalankan, hanya bersyaratkan sumber air yang cukup dan mau bekerja tekun&#8230;&#8230;<span id="more-8"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata INDONESIAKU HARUS BERKEMBANG DARI WIRAUSAHA KECIL, adalah kata-kata yang sangat sederhana untuk dicerna dan dibaca, sangat jauh dari gegap gempita glamour teknologI tingkat tinggi yang sering kali bagi kita kaum wirausaha kecil  sangat jauh untuk memburu dan perlu waktu lebih panjang untuk mencernanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Makanan apa pula</em> yang namanya technologi tinggi untuk bisa kita cerna tiap hari dan kita pakai sebagai energi hidup mengais rejeki ditengah-tengah krisis Negara ini yang tak kunjung berhenti ini. Bagi kami,  kami tidak mengerti yang namanya teknologi tinggi yang bagaimana  ?????&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. tapi bagi kami, setinggi apapun yang Namanya &#8220;MAKANAN TEKNOLOGI&#8221;, kalau didalam perut otakku tidak bisa mencernanya dan menjadikanku energi hidup untukmencari uang di tiap hariku&#8230;&#8230;&#8230; aku pikir hanya sebagai filsafat teknologi , yang bisa cuman kami angan-angankan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya yang kami perlukan untuk hidup berkembang dalam wirausaha adalah : Teknologi tepat guna yang merupakan perumusan atau penyederhanaan dari teknologi rumit yang oleh para Pakar Mumpuni dan bijaksana telah dibuat lebih sederhana kami gunakan atau kami terapkan untuk bisa digunakan mencari rejeki tiap hari alias menggali potensi, menciptakan potensi&#8230;&#8230;&#8230;. inilah yang namanya peluang wirausaha yang bisa membuat kesempatan hidup bagi banyak orang&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">20 Tahun yang lalu sewaktu saya masih kuliah sempat juga belajar mempotret menggunakan kamera, yang jaman sekarang disebut sebagai kamera manual, untuk mencetak film dan mempotret menghasilkan gambar yang prima diperlukan rentetan proses dan keahlian yang panjang. Dan memang hal itupun kesulitan-kesulitan ini menghasilkan peluang-peluang usaha-usaha kecil pada jamannya. Saat ini usaha-usaha sejenis yang telah digeluti saudara-saudara kita harus juga mengikuti perkembangan jaman yang serba sangat cepat ini. Maka tukang foto keliling, tukang afdruct foto pinggiran jalan dan serentetan usaha-usaha sederhana lainnya termakan oleh evolusi jaman. Mereka mati dan berganti profesi dengan bentuk usaha lain, atau mengikuti perkembangan jaman teknologi menjadi konsumer teknologi bagi negara yang lebih maju untukmenciptakan peluang usaha-usaha baru lagi&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami sebagi praktisi dan wirausahawan kecil tidak tau harus memulai dari yang mana bila melihat sedemikian cepatnya perkembangan teknologi. Realita yang terjadi Yang mempunyai uang dengan otak kepala yang encer dan bisa melakukan pengembangan-pengembangan riset, akan mudah menggenggam dunia dengan berjualan teknologinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan yang kaya tetapi tidak mempunyai otak yang encer akan mudah membeli hasil teknologi dan terus sebagai konsumer teknologi akhirnya penjadi pecundang bagi orang pintar yang pada akhirnya bisa jadi kaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih tragis lagi bila yang tidak kaya dengan otak yang tidak encer alias menggumapal-nggumpal, tetapi lebih tragis lagi dia tidak sadar kalau dirinya belum pintar&#8230;.. maka masayarakat pada tipikal ini apabila pada Piramida makanan dalam Ekosistem berada pada bantalan yang paling rendah dan mempunyai jumlah biomasa yang lebih banyak. Dan seumur hidup akan dijadikan obyek penderitaan, dengan tidak mungkin dibunuh tetapi juga tidak akan mungkin ditingkatkan naik pada level rantai makanan lebih tinggi untuk menjadi selevel dengan para NINGRATAN TEKNOLOGI, karena akan menciptakan sesaknya peluang hidup bagi dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka sadar atau tidak sadar diri kita sekarang berada pada tingkat level keberapa dalam rantai makanan kehidupan..?????Kita sendiri yang bisa menolong diri kita sendiri dengan belajar survive dari mereka. Saya yakin Tuhan sama-sama menciptakan manusia dengan segala keadilannya, dan Tuhan tidak pernah menciptakan orang ningrat atau menciptakan orang nestapa dan miskin&#8230;&#8230;. Kita telah diberi SIGN atau tanda-tanda kehidupan untuk bisa dan mau survivekah kita dalam hidup ini ????</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah kita menjadi Ayam Jago yang sangat disegani dijaman Prabu BRAWIJAYA dengan Kerajaan SINGHASARI nya, sekarang telah menjadi Ayam Jago yang mati kelaparan dilumbung padi, karena sudah terbiasa makan beras yang sudah di selep, sehingga tidak tahu bagaimana caranya makan beras yang masih jadi Gabah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Perikanan atau duniaiwak, adalah salah satu peluang usaha yang sudah lama dan turun temurun digeluti oleh bangsa ini dengan memaksimalkan potensi alam dan makanan untuk pemenuhan gizi. Dan saat ini bila dibandingkan dengan negara-negara lain teknologi dibidang perikanan masih bisa dikatakan sejajar dalam perkembangan teknologi dalam mengeksploitasi alam. Secara awam, bibit hibrida untuk ikan-ikan tidak sederas mengglobalnya bila dibandingkan dengan dunia peternakan dan pertanian. Sehingga sentra usaha-usaha kecil milik masyarakat petani-petani disemua sentra perikanan masih dapat hidup dengan suburnya tanpa takut tergilas dengan bibit-bibit hibrida  import.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk saat ini kita masih agak bisa bernafas lega&#8230;. tapi&#8230;. apakah hal ini akan terjadi dengan seterusnya ????&#8230;&#8230; penulis memproyeksikan &#8230;. tidak&#8230;. tinggal nunggu waktu saja&#8230;. globalisasi dibidang bibit-bibit ikan hibrida. Maka sebelum Si Empunya Uang dan Otak Encer bermain juga disektor ini&#8230;&#8230; seyogyanya kita harus berpacu melaju secapat mungkin untuk lahirnya wirausahawan-wirausahawan kecil, apapun resiko&#8230; jatuh bangun dan pedih perihnya ditolak karena tidak mendapatkan bantuan pinjaman KUK,  karena hanya bermodalkan tekat yang tidak tertulis dalam surat-surat NPWP, SIUP, TDP dll&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah sudah mulai tanggap terhadap kita&#8230;.. kita harus lebih melaju lagi apapun bentuk usaha dan memulainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mencoba dengan menulis ini&#8230;. akan kami coba tularkan ilmu-ilmu praktis dibidang Perikanan, yang mungkin memberikan ilham dalam memulai wirausaha sekala rumah tangga. Tidak terlalu bagus mungkin tulisan-tuisan kami, tetapi kami sangat berbahagia apabila banyak teman-teman yang berkompeten dalam bidang ini turut mendukung dan memberi masukan-masukan yang dapat memicu kearah positip kedepan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hal yang sangat kecil dan sederhana ini, akan mulai melangkah dan mencoba untuk bermain intuisi kedepannya dibidang wirausaha perikanan. Karena penulis berpikiran saat ini yang diperlukan bukan lagi jamannya untuk bekerja keras, karena semua orang sudah bisa dan mampu bekerja keras&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; kita oleh Tuhan diberi karunia yang sama dan adil dengan hak waktu yang sama 24 jam dalam satu hari. Bekerja Cerdas&#8230;&#8230; ini yang diperlukan oleh INDONSIAKU saat ini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. lebih maju dalam persaingan yang semakin cepat ini&#8230;.. yang diperlukan bukan hanya kecerdasan dan kepintaran saja yang Arif&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. karena semua orang dimuka bumi ini sudah bisa melakukannya, tetapi <strong>INTUISI KEDEPAN</strong>&#8230;&#8230;. apa yang akan bisa terjadi bila sesuatu kita lakukan sekarang&#8230;. atau kita tidak mau melakukan sekarang&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga dengan usaha kita yang sederhana ini semakin membuka peluang dan aura positip bagi teman-teman yang membacanya. Amin</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Salam Indonesia,</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">YOHANES ADI NARMODO</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=8&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/08/15/indonesiaku-harus-berkembang-dari-wirausaha-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiwak.files.wordpress.com/2008/08/lele-pembesaran5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PEMBESARAN LELE SKALA RUMAH TANGGA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/07/28/hello-world/</link>
		<comments>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/07/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 12:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duniaiwak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=1&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiwak.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiwak.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiwak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiwak.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiwak.wordpress.com&amp;blog=4347798&amp;post=1&amp;subd=duniaiwak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiwak.wordpress.com/2008/07/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d78722c146cb4cca46e0698e50139dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duniaiwak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
